08/09/2026
Screenshot 2026-09-08 at 15.49.57

Jakarta, Batas.id— Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Ulta Levenia Nababan, memberikan klarifikasi terkait polemik pernyataannya mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) yang dikaitkan dengan sejumlah erupsi gunung berapi di Indonesia.

Ulta menyebut HAARP bukan merupakan topik baru dalam diskusi global. Menurutnya, proyek tersebut telah lama menjadi bahan pembicaraan di berbagai negara, meski perhatian terhadap isu tersebut di Indonesia baru meningkat belakangan.

Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya mengenai HAARP merupakan pendapat pribadi, bukan kesimpulan resmi pemerintah maupun pernyataan yang didasarkan pada bukti ilmiah.

Dalam penjelasannya melalui media sosial, Ulta juga mempertanyakan respons sejumlah pihak yang menurutnya langsung memberikan kritik terhadap pernyataannya. Ia menilai sebagian pemberitaan dan respons publik telah membentuk konteks yang berbeda dari maksud awal unggahannya.

Ulta mengatakan sejak awal telah mencantumkan keterangan bahwa pandangan tersebut merupakan pendapat pribadi dan belum memiliki dasar bukti ilmiah. Karena itu, ia meminta masyarakat membaca keseluruhan konteks unggahan sebelum menarik kesimpulan.

Menurut Ulta, penyampaian pendapat tersebut dimaksudkan untuk mendorong masyarakat tetap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar. Ia menilai sebuah informasi sebaiknya tidak diterima begitu saja tanpa mempertimbangkan bukti dan sumber yang mendukungnya.

Minta Publik Melihat Konteks Utuh

Ulta juga menyoroti adanya perbedaan respons publik terhadap sejumlah pernyataan kontroversial lainnya. Ia mempertanyakan mengapa sebagian pernyataan mendapat perhatian besar, sementara pernyataan lain yang dinilainya juga bermasalah tidak memperoleh sorotan serupa.

Dalam klarifikasinya, Ulta kembali menekankan pentingnya melihat unggahan secara lengkap agar masyarakat tidak memahami pernyataannya hanya berdasarkan potongan informasi atau judul pemberitaan.

Polemik tersebut bermula ketika pernyataan Ulta mengenai HAARP muncul di tengah terjadinya sejumlah erupsi gunung berapi di Indonesia. Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan karena mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan fenomena erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Namun, Ulta menegaskan bahwa pandangan tersebut bukan kesimpulan ilmiah dan tidak disampaikan sebagai sikap resmi pemerintah.

Ia mendorong masyarakat untuk tetap skeptis dan kritis dalam menyikapi informasi, khususnya isu yang berkaitan dengan fenomena alam dan klaim yang belum memiliki pembuktian ilmiah.

Dengan demikian, polemik mengenai HAARP dan erupsi gunung perlu ditempatkan dalam konteks pernyataan pribadi, bukan sebagai konfirmasi bahwa proyek tersebut memiliki hubungan dengan aktivitas vulkanik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *