05/09/2026
KERACUNAN MBG

Batas.id — Hampir 2.000 orang, yang sebagian besar merupakan anak-anak, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam periode Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9). Kasus tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Aceh, hingga Sulawesi Selatan.

Kasus dengan jumlah korban terbesar tercatat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan setelah menyantap menu MBG. Gejala mulai muncul sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, di antaranya mual, muntah, nyeri perut, dan diare.

Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jumlah korban mencapai 730 orang. Mereka merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta sejumlah pelajar dari sekolah di sekitarnya. Hingga Kamis (3/9), sebanyak 706 orang telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan secara rawat jalan.

Sementara itu, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mencatat 276 orang yang diduga mengalami keracunan MBG. Korban terdiri atas murid dari jenjang SD hingga SMA serta guru. Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah daerah menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.

Kasus serupa juga terjadi di Bener Meriah, Aceh. Sebanyak 16 orang yang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah harus mendapatkan penanganan di Puskesmas Lampahan setelah diduga mengalami keracunan MBG. Mereka dilaporkan mengalami pusing, mual, gatal, hingga sedikit kesulitan bernapas.

Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 152 orang dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale mengalami gejala keracunan pada Kamis (3/9). Para korban kemudian mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit di Kota Makale. Mereka diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang disediakan SPPG Batupapan.

Menu yang dikonsumsi para siswa di Tana Toraja terdiri dari nasi, ayam dimasak air, perkedel, serta sayuran campuran wortel. Makanan tersebut sebelumnya telah diperiksa oleh petugas penanggung jawab di sekolah. Namun, salah seorang orang tua murid menyebut anaknya mengaku makanan yang dikonsumsi dalam kondisi berlendir, sementara daging ayam disebut masih berwarna merah dan berbau amis.

Di Rembang, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem setelah banyak murid mengalami diare dan harus mengantre menggunakan toilet. Sebanyak 21 siswa tercatat telah menjalani pemeriksaan di unit gawat darurat, dengan 17 siswa diperbolehkan menjalani rawat jalan dan empat lainnya menjalani rawat inap.

Hingga laporan tersebut dibuat, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka terkait rangkaian kasus dugaan keracunan MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya tidak akan menghalangi proses hukum apabila hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian yang mengandung unsur pidana.

Rangkaian kejadian ini kembali menempatkan keamanan pangan dan pengawasan pelaksanaan MBG sebagai perhatian utama. Pemerintah daerah dan pengelola SPPG di sejumlah lokasi telah mengambil langkah penanganan, sementara evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan diperlukan untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *