02/09/2026
Screenshot 2026-09-02 at 09.54.37

Gunung Sinabung kembali erupsi dan statusnya naik menjadi Level III Siaga. Sebanyak 2.451 warga mulai dievakuasi dari zona bahaya.

Karo, Batas.id – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi setelah aktivitasnya disebut menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada Senin pagi, gunung api tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik cukup tinggi sehingga pemerintah meningkatkan status aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Peningkatan status dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang dapat mengancam masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung. Aktivitas erupsi tercatat melalui pemantauan visual dan seismik yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kolom abu hasil erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan ketinggian mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung atau kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik kemudian terbawa angin ke arah timur dan tenggara.

Kondisi tersebut menyebabkan hujan abu terjadi di sejumlah wilayah yang berada di sekitar gunung, termasuk Desa Sukanalu dan Desa Sigarang-garang. Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai kawasan Berastagi meski dalam intensitas yang lebih tipis.

Erupsi Gunung Sinabung turut memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi udara. Sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan penerbangan membuat operasional di Bandara Internasional Kualanamu sempat dihentikan sementara.

Penutupan tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan domestik maupun internasional mengalami pembatalan. Keberadaan abu vulkanik menjadi perhatian karena material yang terkandung di dalamnya dapat membahayakan mesin pesawat apabila masuk ke dalam sistem mesin selama penerbangan.

Ribuan Warga Mulai Dievakuasi

Menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, pemerintah daerah bersama Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di kawasan berisiko.

Sebanyak 2.451 jiwa dari zona bahaya mulai dipindahkan secara bertahap ke lokasi pengungsian. Salah satu proses evakuasi dilakukan terhadap sekitar 615 warga Desa Kuta Tengah yang kemudian diarahkan menuju Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Petugas gabungan juga masih disiagakan di sejumlah wilayah, termasuk Desa Payung. Kendaraan pengangkut telah dipersiapkan untuk membantu proses evakuasi apabila masih terdapat warga yang bertahan di rumah dan situasi mengharuskan mereka segera meninggalkan kawasan tersebut.

PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Zona bahaya juga diperluas hingga radius sekitar 4,5 hingga 6 kilometer pada sektor selatan-tenggara. Wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena merupakan jalur yang berpotensi dilalui awan panas guguran.

Sejumlah lokasi wisata juga ditutup untuk sementara demi mencegah jatuhnya korban. Kawasan Danau Lau Kawar serta area perkemahan di Desa Kutagung termasuk lokasi yang tidak diperbolehkan untuk dikunjungi selama kondisi Gunung Sinabung masih berbahaya.

Selain ancaman erupsi dan awan panas, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta mewaspadai potensi banjir lahar dingin. Ancaman tersebut dapat meningkat ketika hujan deras mengguyur kawasan puncak dan membawa material vulkanik ke wilayah yang lebih rendah.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan perlindungan tersebut penting untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan dan mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *