22/08/2026
GRG01449

Jakarta, Batas.id — Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) memulai pembangunan 3.784 unit hunian terjangkau di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta Selatan. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama dua blok hunian pada Jumat (21/8).

Proyek tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan tempat tinggal layak dengan harga terjangkau, sekaligus memiliki akses mudah terhadap transportasi publik.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan proyek ini dibangun di atas aset perusahaan dan menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bobby, optimalisasi aset perkeretaapian untuk pembangunan hunian merupakan bentuk pemanfaatan aset secara produktif dengan tetap memperhatikan keselamatan serta kelancaran operasional kereta api.

Pembangunan tersebut mencakup dua blok, yakni Blok F dengan luas sekitar 1,5 hektare dan Blok G seluas 0,7 hektare. Keduanya memiliki total luas sekitar 2,2 hektare dengan status Hak Pakai-Hak Pengelolaan Lahan (HP-HPL).

Blok F akan memiliki 2.508 unit yang tersebar di lima tower. Hunian yang tersedia terdiri dari tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan tiga kamar tidur, serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

Sementara Blok G menyediakan 1.276 unit dalam tiga tower. Pilihan hunian meliputi tipe studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, dan tipe 45 dengan dua kamar tidur.

Selain hunian, kawasan tersebut akan dilengkapi 150 unit ruang ritel untuk mendukung kebutuhan penghuni. Sebanyak 78 unit ritel berada di Blok F dan 72 unit lainnya di Blok G.

KAI menargetkan pembangunan dua blok hunian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan.

Bobby menjelaskan pembangunan kawasan hunian ini mengacu pada tiga prinsip utama, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Aspek layak mencakup keselamatan, kualitas, kenyamanan, serta fungsi hunian.

Sementara prinsip terjangkau diterapkan melalui skema yang sesuai dengan kebijakan pemerintah dan ditujukan bagi kelompok masyarakat sasaran. Adapun aspek berkelanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan lahan secara efisien, integrasi dengan transportasi massal, perhatian terhadap lingkungan, serta pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.

KAI juga memastikan penerima manfaat hunian di kawasan tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga pembangunan benar-benar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Hashim Apresiasi Pembangunan Hunian Vertikal

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo turut mengapresiasi langkah KAI dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Menurut Hashim, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau masih menjadi salah satu tantangan besar pemerintah. Karena itu, pembangunan hunian vertikal di kawasan pusat Jakarta dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal.

Hashim menyebut proyek tersebut menjadi salah satu pembangunan hunian vertikal yang patut diapresiasi karena memanfaatkan lahan strategis di tengah ibu kota.

Dengan pembangunan ini, pemerintah berharap penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya dilakukan di kawasan pinggiran, tetapi juga dapat dikembangkan di lokasi yang terintegrasi dengan pusat aktivitas dan jaringan transportasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *