22/05/2026
Simulasi Kecelakaan Kereta

Paparan video simulasi itu disiarkan melalui TVR Parlemen dan sejumlah potongannya telah beredar di berbagai media nasional. Dalam rapat tersebut, Kementerian Perhubungan memaparkan hasil investigasi awal bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut yang terjadi pada Senin, 27 April 2026

Jakarta, Batas.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutar video simulasi kronologi kecelakaan kereta di Bekasi saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis, 21 Mei 2026. Video tersebut digunakan untuk menjelaskan secara rinci detik-detik sebelum terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur.

Paparan video simulasi itu disiarkan melalui TVR Parlemen dan sejumlah potongannya telah beredar di berbagai media nasional. Dalam rapat tersebut, Kementerian Perhubungan memaparkan hasil investigasi awal bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, insiden bermula dari sebuah taksi yang mengalami mogok tepat di tengah perlintasan sebidang. Sopir taksi disebut panik dan melakukan kesalahan saat mencoba menggerakkan kendaraan.

Mobil diketahui tetap berada pada posisi transmisi netral sehingga kendaraan tidak bergerak meski pedal gas diinjak. Situasi tersebut menyebabkan jalur rel tertutup dan memaksa KRL Commuter Line melakukan pengereman darurat.

KRL akhirnya berhenti di dekat lokasi perlintasan demi menghindari tabrakan dengan kendaraan yang mogok di rel. Namun kondisi di lapangan kemudian semakin rumit karena banyak warga mendatangi lokasi untuk melihat kejadian tersebut.

Kerumunan masyarakat disebut menghambat proses pengamanan jalur kereta dan menyulitkan koordinasi petugas di lapangan. Kondisi itu juga menimbulkan blind spot yang memperlambat penanganan darurat.

Dalam penjelasannya, Menhub juga mengungkap bahwa masinis KA Argo Bromo Anggrek sebenarnya telah melakukan pengereman sejak sekitar 1,3 kilometer sebelum titik kejadian. Akan tetapi, keterbatasan jarak henti kereta membuat tabrakan antarrangkaian tetap tidak dapat dihindari.

Pemerintah bersama KNKT saat ini masih terus melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan perlintasan sebidang guna mencegah kecelakaan serupa terjadi kembali di masa mendatang.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mendorong percepatan sterilisasi perlintasan sebidang serta peningkatan edukasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *