
Dalam suasana geopolitik yang semakin tegang pada awal 2026, dunia menyaksikan eskalasi dramatis ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Operasi ini, yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menargetkan berbagai situs militer serta nuklir. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan AS di negara-negara Teluk. Konflik ini bukan hanya pertarungan regional, tetapi memiliki implikasi global yang mendalam, termasuk kenaikan harga minyak, gangguan perdagangan, dan risiko perang yang lebih luas.
Konflik antara AS, Israel, dan Iran bukanlah hal baru, melainkan akarnya tertanam dalam sejarah panjang ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah menjadi musuh utama bagi AS dan Israel, terutama karena program nuklirnya yang dianggap sebagai ancaman eksistensial. Pada 2015, Kesepakatan Nuklir Iran (JCPOA) sempat meredakan ketegangan, tetapi Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018, memicu Iran untuk memperkaya uranium lebih lanjut. Hal ini menyebabkan peningkatan sanksi ekonomi terhadap Iran, yang memicu protes massal di dalam negeri dan memperburuk krisis ekonomi.
Puncak ketegangan terjadi pada Juni 2025 dengan “Perang Dua Belas Hari” (Twelve-Day War), di mana Israel dan AS melancarkan serangan pertama terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran. Serangan itu berhasil melemahkan pertahanan udara Iran, membunuh beberapa komandan senior, dan menghancurkan sebagian program rudal balistik. Namun, Iran tidak sepenuhnya hancur; mereka membalas dengan serangan rudal ke Israel dan pangkalan AS di Qatar, meskipun dampaknya terbatas. Gencatan senjata sementara dicapai melalui mediasi AS, tetapi negosiasi nuklir gagal pada akhir 2025. Trump, yang baru saja terpilih kembali, menekankan bahwa Iran telah melanggar kewajiban non-proliferasi nuklir, termasuk pembukaan situs pengayaan uranium rahasia.
Pada Januari 2026, protes anti-pemerintah di Iran meletus lagi, dipicu oleh krisis ekonomi dan represi brutal. Israel dan AS melihat ini sebagai peluang untuk “perubahan rezim”. Netanyahu menyatakan bahwa serangan diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sementara Trump menyebutnya sebagai “operasi besar” untuk menghilangkan ancaman global. Argumen pro-invasi: Pendukung mengatakan ini adalah tindakan defensif untuk mencegah perang nuklir di masa depan, mengingat Iran telah mendukung kelompok proksi seperti Hizbullah dan Houthi yang menyerang Israel dan AS. Counterargumen: Kritikus, termasuk beberapa pakar Eropa, berpendapat bahwa serangan ini adalah “perang pilihan” yang tidak dibenarkan secara hukum internasional, karena tidak ada ancaman langsung, dan justru dapat memicu nasionalisme baru di Iran serta mempercepat program nuklir mereka. Implikasi: Invasi ini berisiko memicu konflik regional yang lebih luas, melibatkan Rusia dan China yang mendukung Iran.
Serangan AS-Israel difokuskan pada target strategis untuk melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran. Berdasarkan laporan, target utama meliputi:
Perang ini menciptakan pemenang dan pecundang yang jelas, dengan implikasi global.
Diuntungkan:
Dirugikan:
Indonesia, sebagai negara netral dan importir minyak, merasakan dampak langsung dari konflik ini.
Argumen lain mengatakan, Konflik ini bisa mendorong Indonesia diversifikasi energi, seperti percepatan transisi ke surya dan nuklir, namun memungkinkan dampak negatif jangka pendek lebih besar, memperlambat pertumbuhan ekonomi hingga 1-2%. untuk menghindari hal ini Indonesia harus memperkuat cadangan strategis minyak dan diplomasi untuk menjaga pasokan.
Pemerintah Indonesia mengambil sikap netral, menyerukan pengendalian diri dan diplomasi. Presiden Prabowo Subianto menyatakan penyesalan atas kegagalan negosiasi dan menawarkan mediasi, termasuk kunjungan ke Tehran jika disetujui kedua pihak. Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan resolusi damai. Iran menyambut tawaran ini, meskipun mendesak Indonesia mengutuk serangan AS-Israel.
Rico-batas.id, diolah dari berbagai sumber