19/09/2026
presidenri.go.id-19092026144031-6aae3c6fd02139.85219766-e1789804067869

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memeluk Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, usai dikalungkan kefiyyeh saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Ponorogo, Batas.id – Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari mengungkapkan rasa haru atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Ia menyebut perhatian tersebut membuat rakyat Palestina merasa tidak menghadapi perjuangan mereka seorang diri.

Hal itu disampaikan Abdalfatah setelah menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Abdalfatah mengatakan dukungan terhadap Palestina telah ia rasakan sejak dirinya tiba di Indonesia sekitar delapan bulan lalu. Menurutnya, dukungan tersebut datang tidak hanya dari Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga dari berbagai pemimpin dan masyarakat Indonesia.

Ia menuturkan, isu Palestina berulang kali disampaikan dalam berbagai pidato Presiden Prabowo maupun sejumlah pemimpin Indonesia.

Momen yang semakin berkesan bagi Abdalfatah terjadi saat Presiden Prabowo menyebut Palestina dalam sambutannya di acara 100 tahun Gontor. Pernyataan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para tamu yang hadir.

Setelah itu, Abdalfatah menghampiri Presiden Prabowo dan mengalungkan kefiyyeh, kain khas Palestina, sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan Indonesia.

“Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyyeh Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” kata Abdalfatah.

Menurutnya, kefiyyeh memiliki makna yang lebih dari sekadar pakaian atau simbol budaya. Kain tersebut merepresentasikan sejarah serta perjuangan rakyat Palestina.

Abdalfatah mengatakan pemberian kefiyyeh kepada Prabowo juga menjadi bentuk apresiasi kepada Presiden dan masyarakat Indonesia yang selama ini menunjukkan dukungan terhadap Palestina.

Dubes Palestina: Kami Tidak Sendirian

Abdalfatah juga menceritakan momen ketika dirinya memeluk Presiden Prabowo setelah memberikan kefiyyeh. Momen tersebut, menurutnya, menimbulkan perasaan emosional karena ia merasakan adanya dukungan kuat dari Indonesia.

“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ujarnya.

Kepada masyarakat Indonesia, khususnya para santri dan keluarga besar Gontor, Abdalfatah berharap perhatian terhadap kondisi rakyat Palestina tetap terjaga.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk lingkungan kampus, masyarakat umum, dan media.

Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina merupakan bagian dari posisi resmi politik luar negeri Indonesia yang selama ini disampaikan pemerintah.

Di akhir keterangannya, Abdalfatah menyampaikan satu permintaan kepada masyarakat Indonesia, yakni agar terus mendoakan rakyat dan Palestina.

“Kami membutuhkan dari rakyat Indonesia hanya satu hal, kami membutuhkan doa, hanya doa untuk rakyat saya, untuk negara saya, dan perjuangan kami. Dan kita akan bertemu bersama di Palestina,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *