Jakarta, Batas.id 10 September 2026 — Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang hingga kini belum menikmati akses listrik. Upaya tersebut menjadi bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan akses energi dapat menjangkau seluruh pelosok negeri.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program Listrik Perdesaan (Lisdes).
“Di saat yang bersamaan, ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah dan terus dilakukan, yaitu memastikan listrik hadir bagi masyarakat yang selama ini bahkan belum mendapatkan akses listrik,” ujar Dwi Anggia.
Menurutnya, pada 2025 masih terdapat 10.068 lokasi yang belum menikmati akses listrik. Sementara pada 2026, pemerintah mencatat terdapat 2.065 titik dengan 173.853 calon pelanggan yang perlu mendapatkan pelayanan kelistrikan.
“Karena itu, pemerintah memastikan lokasi-lokasi tersebut dapat teraliri listrik secara bertahap pada 2029,” kata Dwi.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik wilayah. Untuk daerah yang berada dekat dengan jaringan PLN, pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan melalui perluasan jaringan.
Sementara itu, bagi wilayah terpencil dan kepulauan, pemerintah dapat menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal yang terintegrasi dengan mini grid. Adapun bagi masyarakat yang tinggal secara tersebar dan sulit dijangkau jaringan listrik, layanan dapat diberikan melalui PLTS individual yang dilengkapi baterai.
Dwi menegaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar penyediaan listrik dapat menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pencapaian rasio elektrifikasi hingga 100 persen pada 2029,” kata Dwi.
