Pemerintah memperkuat penanganan karhutla Sumatera Selatan dengan tambahan helikopter, pompa, ekskavator, dan 500 sumur.
Palembang, Batas.id — Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menambah dukungan personel dan peralatan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8), pemerintah menerima laporan bahwa luas area yang terbakar di Sumatera Selatan mencapai sekitar 1.900 hektare. Sejumlah kebutuhan petugas di lapangan kemudian menjadi perhatian, mulai dari alat pelindung diri (APD), pompa, motor trail, hingga peralatan pendukung lainnya.
Untuk memperkuat operasi udara, saat ini tersedia satu helikopter untuk patroli dan satu pesawat yang digunakan untuk patroli sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dukungan water bombing juga disiapkan dengan total hingga tujuh helikopter, sementara satu unit lainnya diperbantukan untuk penanganan karhutla di Kalimantan.
Pemerintah juga menyiapkan tambahan armada udara dari TNI untuk memperkuat operasi di Sumatera Selatan. Namun, mobilisasi peralatan tetap disesuaikan dengan kebutuhan di sejumlah wilayah lain yang juga menghadapi ancaman karhutla.
Selain operasi udara, pengendalian kebakaran diperkuat melalui pengerahan alat berat untuk membuat kanal dan melakukan penyekatan di kawasan rawan. Pemerintah menyatakan terdapat sekitar 20 unit ekskavator yang dapat segera dikirim ke Sumatera Selatan untuk mendukung penanganan di lokasi yang sulit dijangkau.
Kebutuhan sumber air juga menjadi bagian dari penguatan penanganan karhutla. Pemerintah menyiapkan pembangunan 500 sumur di kawasan rawan kebakaran guna memastikan ketersediaan air bagi petugas ketika melakukan pemadaman.
Seluruh kebutuhan tersebut akan dikerahkan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa dukungan peralatan dan sumber daya akan terus diperkuat, meski sebagian proses mobilisasi membutuhkan waktu beberapa hari hingga tiba di lokasi.
