22/07/2026
digitalisasi pendidikan

Source: Kemendiknas

Jakarta, Batas.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa upaya digitalisasi pendidikan Indonesia mendapat pengakuan internasional setelah meraih penghargaan dari International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (20/7), Prabowo mengatakan Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang pemerintahan digital dan transformasi pendidikan. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi layanan pendidikan berbasis digital yang dikembangkan pemerintah mulai mendapat apresiasi di tingkat global.

“Baru saja kita mendapat kabar baik dari PBB. International Telecommunication Union memberikan penghargaan tertinggi kepada Indonesia dari 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan,” ujar Prabowo.

Penghargaan yang dimaksud merupakan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diumumkan pada 9 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berhasil meraih juara pertama kategori e-government berkat inovasi Rumah Pendidikan.

Rumah Pendidikan merupakan platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu aplikasi. Melalui platform ini, peserta didik dapat mengakses ribuan materi pembelajaran secara gratis, sementara guru memperoleh ruang kolaborasi untuk berbagi materi, pengalaman, serta pengembangan kompetensi.

Prabowo menjelaskan bahwa hingga kini aplikasi tersebut telah dimanfaatkan sekitar 6,9 juta pengguna dan menyediakan sedikitnya 4.843 materi pembelajaran. Kehadiran platform tersebut juga dinilai memperluas akses pendidikan berkualitas bagi guru dan siswa, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Prabowo, penghargaan dari PBB menjadi indikator bahwa transformasi digital sektor pendidikan Indonesia berada pada jalur yang positif.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Pemerintah akan terus mempercepat pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi sehingga seluruh pelajar Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah menargetkan distribusi sekitar 700 ribu panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027. Program ini diharapkan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif untuk menunjang proses pembelajaran.

“Artinya anak-anak dan guru-guru kita di seluruh Indonesia memiliki akses terhadap materi pembelajaran terbaik,” kata Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *