27/06/2026
Latsarmil SPPI

Sumber: YT Akademi TNI

Jakarta, batas.id — Pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Merah Putih menjadi perhatian publik setelah jumlah peserta yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang hingga akhir Juni 2026.

Peristiwa tersebut memunculkan berbagai respons dari masyarakat, keluarga korban, hingga organisasi masyarakat sipil yang meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelatihan. Sejumlah pihak juga mendorong pemerintah membuka hasil investigasi secara transparan serta memastikan perlindungan keselamatan peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Keempat korban merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih yang mengikuti pembekalan fisik, mental, serta kedisiplinan di sejumlah Satuan Pendidikan (Satdik) TNI.

Korban pertama, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti pelatihan di Satdik Yon Parako 465 Jakarta, meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami sesak napas saat menjalani latihan fisik.

Korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, peserta dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, meninggal pada 17 Juni 2026 akibat henti jantung mendadak ketika mengikuti kegiatan lapangan.

Selanjutnya, Anisa Muyassaroh yang menjalani pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan meninggal pada 18 Juni 2026 setelah mengalami heat stroke yang diduga dipicu kondisi cuaca panas dan aktivitas fisik yang cukup berat.

Korban keempat, Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta, meninggal dunia pada 23 Juni 2026 setelah kondisi kesehatannya menurun akibat komplikasi penyakit tuberkulosis (TBC).

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban serta memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional pelaksanaan Latsarmil.

Evaluasi tersebut mencakup pengetatan pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan, peningkatan mitigasi risiko terhadap cuaca ekstrem, hingga penguatan fasilitas dan tenaga medis di setiap lokasi latihan guna mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan bahwa program SPPI Koperasi Merah Putih tetap akan dilanjutkan. Pemerintah menilai pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan masih memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.

Meski demikian, pemerintah memastikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta akan menjadi prioritas utama melalui penyempurnaan prosedur pelaksanaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *