JAKARTA, Batas.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan penyebab antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Makassar dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, antrean tersebut tidak disebabkan oleh kelangkaan stok BBM subsidi secara nasional.
Bahlil menyebut persediaan BBM nasional saat ini masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar 20 hari. Karena itu, ia menilai panjangnya antrean di sejumlah SPBU di Makassar perlu dilihat dari faktor lain.
Menurut Bahlil, salah satu penyebabnya adalah pergeseran penggunaan BBM dari jenis nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran atau shifting tersebut terjadi seiring adanya perbedaan harga yang cukup besar antara BBM nonsubsidi dan subsidi.
“Masalahnya sekarang adalah banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak,” ujar Bahlil dalam acara Sesi Talkshow Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat permintaan terhadap BBM subsidi meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Makassar.
Selain perubahan pola konsumsi masyarakat, Bahlil mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh kendaraan yang telah dimodifikasi. Menurutnya, terdapat kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas sangat besar untuk mengisi BBM subsidi.
Bahlil menyebut kendaraan seperti mobil jenis Pajero hingga truk diduga telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas ratusan liter. Bahkan, ia mengklaim menemukan dugaan penggunaan tangki berkapasitas hingga 700 liter atau sekitar 1 ton.
Karena itu, Bahlil meminta dukungan aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan tersebut.
Ia juga mengungkap adanya indikasi bahwa sebagian antrean sengaja dilakukan meskipun kapasitas tangki kendaraan belum benar-benar kosong. Menurut Bahlil, terdapat kendaraan yang kembali mengantre meski hanya membutuhkan pengisian dalam jumlah relatif kecil.
” Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan melihat persoalan antrean BBM subsidi tidak hanya dari sisi ketersediaan stok, tetapi juga dari pola konsumsi masyarakat serta potensi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di lapangan.
