02/07/2026
Update BPS 1 Juli

Produksi beras Indonesia diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton hingga Agustus 2026. BPS mencatat peningkatan produksi padi dan luas panen yang memperkuat target swasembada pangan.

Jakarta, batas.id – Produksi beras nasional untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton. Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan produksi tersebut didorong oleh meningkatnya luas panen dan produksi padi nasional. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa produksi beras selama Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton, naik sekitar 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi beras pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,84 juta ton. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya produksi padi nasional yang terus menunjukkan tren positif.

BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG). Adapun potensi produksi padi selama Juni hingga Agustus diproyeksikan sebesar 14,61 juta ton GKG, meningkat sekitar 1,18 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Secara kumulatif, produksi padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG, atau naik sekitar 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain produksi, luas panen padi juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, luas panen tercatat mencapai 0,98 juta hektare, sedangkan potensi luas panen selama Juni hingga Agustus diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat sekitar 1,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, luas panen padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 8,35 juta hektare, bertambah sekitar 0,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut capaian tersebut merupakan hasil berbagai kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, percepatan masa tanam, perbaikan jaringan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan produksi.

Amran juga menyoroti proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari empat produsen beras terbesar di dunia.

Pemerintah, lanjut Amran, akan terus menjaga momentum peningkatan produksi pangan melalui pembangunan dan rehabilitasi irigasi, perluasan area tanam, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih unggul, pengembangan mekanisasi pertanian, serta penguatan hilirisasi sektor pertanian.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *