Jakarta, Batas.id — Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1447 Hijriah merasa puas terhadap fasilitas dan layanan yang disediakan pemerintah selama periode mudik Lebaran 2026. Survei bertajuk Evaluasi Publik terhadap Penyelenggaraan Mudik Tahun 2026 tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 24 Maret hingga 4 April 2026. Hasilnya dipaparkan kepada publik pada Selasa (7/4). Peneliti Utama Indikator, Rizka Halida, menjelaskan bahwa survei ini mengukur tingkat kepuasan pemudik terhadap berbagai layanan yang disiapkan pemerintah, mulai dari fasilitas transportasi umum, kondisi infrastruktur jalan, hingga pengaturan lalu lintas baik di jalan tol maupun jalur arteri. Menurut Rizka, secara umum para pemudik memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan mudik tahun ini. “Secara keseluruhan masyarakat, khususnya para pemudik, cenderung merasa puas dengan berbagai layanan dan fasilitas yang disediakan selama mudik Lebaran,” ujar Rizka. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Dari hasil survei, sekitar 84 persen pemudik mengaku puas terhadap layanan posko mudik yang disediakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Posko tersebut dinilai membantu pemudik dalam mendapatkan informasi perjalanan sekaligus tempat beristirahat selama arus mudik dan arus balik. Sementara itu, terkait ketersediaan bahan bakar, sebanyak 81,7 persen responden menyatakan puas. Jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat kepuasan di daerah perkotaan mencapai 78 persen, sedangkan di wilayah perdesaan mencapai 84,3 persen. Untuk fasilitas transportasi umum yang disediakan pemerintah, secara keseluruhan sekitar 79,7 persen pemudik menyatakan puas. Rinciannya, tingkat kepuasan di kawasan perkotaan tercatat sebesar 79,5 persen, sementara di wilayah perdesaan mencapai sekitar 80 persen. Selain itu, rekayasa lalu lintas di jalan tol melalui penerapan sistem one way dan contra flow juga mendapat respons positif. Sebanyak 77,6 persen responden mengaku puas dengan kebijakan tersebut. Pengaturan lalu lintas di jalur non-tol juga dinilai cukup baik, dengan tingkat kepuasan mencapai 76,1 persen. Sementara itu, terkait kondisi jalan yang dilalui pemudik, sekitar 10 persen responden menyatakan sangat puas, 65 persen cukup puas, 21 persen kurang puas, dan sekitar 5 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap kondisi jalan mencapai 74,4 persen. Dalam laporan surveinya, Indikator menyebut bahwa perbedaan tingkat kepuasan pada sejumlah layanan menunjukkan masih adanya ruang perbaikan, khususnya dalam aspek kondisi jalan dan pengaturan lalu lintas. Baca juga: Pasca Gempa Dahsyat, Pemerintah Bentuk Tim Hitung Kerugian di Sulut–Malut 72 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Makanan MBG, SPPG Pondok Kelapa 2 Disuspend 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan UNIFIL Program Bedah Rumah Ditingkatkan, Pemerintah Targetkan 400 Ribu Unit pada 2026 Post navigation Antisipasi El Nino “Godzilla”, Pemerintah Optimalkan Waduk dan Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Jaga Irigasi Belanja Negara Naik di Awal 2026, NEXT Indonesia Center: Fiskal Tetap Aman