Teheran / Washington, Batas.id – Amerika Serikat dan Iran resmi menyetujui penghentian sementara konflik selama 14 hari yang mulai berlaku pada 8 April 2026. Kesepakatan ini dicapai hanya sekitar satu setengah jam sebelum batas waktu yang sebelumnya ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, untuk melancarkan serangan besar. Proses mediasi yang difasilitasi Pakistan menjadi faktor penting dalam tercapainya kesepakatan yang dikenal sebagai Islamabad Accord. Kesepakatan ini bertujuan menunda aksi militer guna membuka ruang bagi jalur diplomasi serta distribusi bantuan kemanusiaan. Presiden Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social. Salah satu syarat utama dalam kesepakatan ini adalah pembukaan penuh Selat Hormuz agar kembali aman dilalui oleh jalur pelayaran internasional. Dasar Negosiasi: 10 Tuntutan Iran 10 tuntutan Iran Gencatan Senjata dengan AS Dampak Global dan Respons Dunia Kesepakatan ini langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak dunia, khususnya Brent, mengalami penurunan tajam sekitar 16% dan berada di kisaran USD 91,70 per barel setelah pengumuman dilakukan. Sejumlah negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut positif langkah ini sebagai peluang menuju stabilitas. Namun, Israel dilaporkan masih bersikap hati-hati dan tetap menjalankan operasi militer terbatas di wilayah lain seperti Lebanon. Para pengamat menilai bahwa masa gencatan senjata ini masih sangat rentan. Periode dua pekan ke depan akan menjadi penentu keberhasilan upaya diplomasi dalam menciptakan perdamaian yang lebih permanen. Baca juga: Perang USA-Israel VS Iran, Apa Dampak Bagi Indonesia 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan UNIFIL Pererat Hubungan dengan Teknisi, Panasonic Luncurkan Program Loyalitas Berhadiah Umroh Beasiswa LPDP, Apa dan Untuk Siapa? Post navigation Prabowo Sebut Indonesia Termasuk Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Terjadi